Translate

Selasa, 19 Desember 2017

Fungsi-Fungsi Bahasa

Bahasa adalah alat untuk berinteraksi atau alat untuk berkomunikasi, dalam arti, alat untuk menyampaikan pikiran, gagasan, konsep, atau juga perasaan. Konsep bahasa adalah alat untuk menyampaikan pikiran sudah mempunyai sejarah yang panjang jika kita telusuri sejarah studi bahasa pada masa lalu. 

Wardhaugh (1972:3-8) mengatakan bahwa fungsi bahasa adalah alat komunikasi manusia, baik tertulis maupun lisan. Namun, fungsi ini sudah mencakup lima fungsi dasar, yang menurut Kinneavy disebut expression, information, exploration, persuasion dan entertaiment (Michel 1967:51)

Bagi sosiolinguistik bahasa adalah alat atau berfungsi untuk menyampaikan pikiran dianggap terlalu sempit, sebab seperti dikemukakan Fishman (1972) bahwa yang menjadi persoalan sosiolinguistik adalah "who speak what language to whom, when and to what end". Oleh karena itu, fungsi-fungsi bahasa itu antara lain, dapat dilihat dari sudut penutur, pendengar, topik, kode, dan amanat pembicaraan.

Dilihat dari sudut penutur, maka bahasa itu berfungsi personal atau pribadi, maksudnya si penutur menyatakan sikap terhadap apa yang dituturkannya. Si penutur bukan hanya mengungkapkan emosi lewat bahasa, tetapi juga memperlihatkan emosi itu sewaktu menyampaikan tuturannya. Dalam hal ini pihak si pendengar juga dapat menduga apakah si penutur sedih, marah atau gembira.

Dilihat dari segi pendengar atau lawan bicara, maka bahasa itu berfungsi direktif yaitu mengatur tingkah laku pendengar Halliday menyebutkan fungsi intrumental dan Jakobson menyebutnya fungsi retorikal. Di sini bahasa itu tidak hanya membuat si pendengar melakukan sesuatu, tetapi melakukan kegiatan yang sesuai dengan yang dimaui si pembicara. Hal ini dapat dilakukan si penutur dengan menggunakan kalimat-kalimat yang menyatakan perintah, himbauan, permintaan, maupun rayuan.

Bila dilihat dari segi kontak antara penutur dan pendengar maka bahasa di sini berfungsi fatik Jakobson menyebutnya interpersonal Halliday menyebutnya interactional yaitu fungsi menjalin hubungan, memelihara, memperlihatkan perasaan bersahabat atau solidaritas sosial. Ungkapan-ungkapan yang digunakan biasanya sudah berpola tetap, sperti pada waktu berjumpa, pamit, membicarakan cuaca, atau menanyakan keadaan keluarga. Oleh karena itu, ungkapan-ungkapannya tidak dapat diartikan atau diterjemahkan secara harfiah. Misalnya Apa kabar?, Bagaimana anak-anak, Mau ke mana nih dan sebagainya. 

Bila dilihat dari segi topik ujaran, maka bahasa itu berfungsi referensial Halliday menyebutnya  representational Jakobson menyebutnya fungsi kognitif  ada juga yang menyebutnya fungsi denotatif atau fungsi informatif. Di sini bahasa berfungsi sebagai sebagai alat untuk membicarakan objek atau peristiwa yang ada di sekeliling penutur atau yang ada dalam budaya pada umumnya. Fungsi referensial inilah yang melahirkan paham tradisional bahwa bahasa itu adalah alat untuk menyatakan pikiran,untuk menyatakan bagaimana pendapat si penutur tentang dunia di sekelilingnya. Ungkapan-ungkapan seperti "ibu dosen itu cantik sekali" adalah contoh penggunaan bahasa yang berfungsi referensial.

Kalau dilihat dari segi kode yang digunakan, maka bahasa itu berfungsi metalingual atau metalinguistik yakni bahasa itu digunakan untuk membicarakan bahasa itu sendiri. Memang tampaknya agak aneh, biasanya bahasa itu digunakan untuk membicarakan masalah lain seperti masalah politik, ekonomi, atau pertanian. Tetapi dalam fungsinya di sini bahasa itu digunakan untuk membicarakan atau menjelaskan bahasa. Hal ini dapat dilihat dalam proses pembelajaran bahasa di mana kaidah-kaidah atau aturan-aturan bahasa dijelaskan dengan bahasa.

Kalau dilihat dari segi amanat yang akan disampaikan maka bahasa itu berfungsi imaginatif  Halliday Finnocchiaro dan Jakobson menyebutnya  poetic speech. Sesungguhnya, bahasa itu dapat digunakan untuk menyampaikan pikiran, gagasan, dan perasaan, baik yang sebenarnya, maupun yang cuma imaginasi saja. Fungsi imaginatif ini biasanya berupa karya seni (puisi, cerita, dongeng) yang digunakan untuk kesenagan penutur, maupun para pendengar.

Chair, Abdul dan Agustina, Leoni, 2010. Sosiolinguistik Perkenalan Awal. Jakarta:. PT Rineka Cipta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar