Translate

Selasa, 26 Desember 2017

HAKIKAT KOMUNIKASI

Dalam Webster s New Collegiate Dictionary (1981:225) dikatakan Commucation is a process by which information is exchenge between individuals through a common sytem of symbols, signs, or behaviour (Komunikasi adalah proses pertukaran infomasi antar individual melalui sistem simbol, tanda, atau tingkah laku yang umum)

Kalau disimak batasan di atas, maka kita dapatkan tiga komponen yang harus ada dalam setiap proses komunikasi, yaitu (1)pihak yang berkomunikasi yakni pengirim atau penerima informasi yang dikomunkasikan yang lazim disebut partisipan, (2) informasi yang dikomunikasikan, dan (3) alat yang digunakna dalam komunikasi itu.

Pihak yang terlibat dalam komunikasi tentunya ada dua orang atau dua kelompok orang, yaitu pertama yang mengirim (sender)informasi. Dan yang kedua yang menerima (receiver) informasi. Informasi yang disampaikan tentunya berupa ide, gagasan, keterangan, atau pesan. Sedangkan alat yang digunakan dapat berupa simbol/lambang seperti bahasa (karena hakikat bahasa  adalah sebuah sistem lambang) berupa tanda-tanda seperti rambu-rambu lalu lintas, gambar, atau petunjuk, dan dapat juga berupa gerak-gerik anggota badan (kinesik).

Suatu perbuatan untuk dapat disebut bersifat komunikatif adalah kalau perbuatan itu dilakukan dengan sadar dan ada pihak lain yang bertindak sebgai penerima pesan dari perbuatan itu. Penerima maupun pengirim pesan harus dilakukan dengan sadar.

Dua orang yang berlainan kode (bahasa) dapat juga berkomunikasi. Si pengirim pesan melakukan dengan isyarat (entah berupa gerakan tangan atau gerak-gerik lainnya), lalu si penerima pesan juga merespon dengan isyarat pula. Jadi, meskipun hanya isyarat saja asal ada kesadaran antara pengirim dan penerima pesan, peristiwa komunikasi telah terjadi. Sebaliknya, meskipun dengan menggunakan bahasa, jika tidak disertai keasadaran diantara kedua partisipannya, maka komunikasi tidak terjadi.

Jadi, m,eskipun dalam peristiwa itu kedua partisipan ada, pesan yang disampaikan juga ada, dan alat yang digunakan juga ada (dalam hal ini berupa bahasa), tetapi komunikasi tidak berlangsung dengan benar, karena keasadaran dari pihak penerima pesan tidak ada. Tiadanya kesadaran ini merupakan gangguan atau hambatan dalam proses komunikasi.

Suatu proses komunikasi memang sering kali tidak dapat berjalan dengan mulus karena adanya gangguan atau hambatan. Tiadanya kesadaran dari salah satu pihak partisipan merupakan suatu hambatan. Gangguan tau hambatan lain misalnya, daya pendengaran salah satu partisipan yang kurang baik, suara bising di tempat komunikasi berlangsung, atau juga kemampuan penggunaan bahasa yang kurang.


Komponen ketiga dalam peritiwa komunikasi adalah alat komunikasi yang dugunakannya yaitu, bahasa (sebagai sebuah sistem lambang), tanda-tanda (baik berupa gambar, warna, ataupun bunyi), dan gerak-gerik tubuh. Berdasarkan alat yang digunakan ini dibedakan adanya dua macam komunikasi yaitu (1) komunikasi non-verbal dan (2) komunikasi verbal atau komunikasi bahasa. Komunikasi nonverbal adalah komunikasi yang menggunakan alat bukan bahasa, seperti bunyi peluit, cahaya (lampu, api), semafor, dan termasuk juga alat komunikasi dalam masyrakat hewan. Sedangkan komunikasi verbal atau komunikasi bahasa adalah komunikasi yang menggunakan bahasa sebagai alatnya. Bahasa yang digunakan dalam komunikasi ini tentunya harus berupa kode yang sama-sama dipahami oleh pihak penutur dan pihak pendengar. Ada satu masalah, kalau bahasa itu termasuk bahasa tulis dan bahasa lisan, maka komunikasi yang menggunakan abjad Morse (seperti semafor) dan juga abjad Braile (tulisan untuk para tunanetra).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar