Translate

Selasa, 05 Desember 2017

Pengertian Sosiolinguistik

PENGERTIAN SOSIOLINGUISTIK
Sosiolinguistik merupakan ilmu antardisiplin antara sosiologi dan linguistik, dua bidang ilmu empiris yang mempunyai kaitan sangat erat. Rumusan mengenai sosiolinguistik dari beberapa pakar sebagai berikut :
1.      Sosiolinguistik lazim didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari ciri dan pelbagai variasi bahasa, serta hubungan antara para bahasawan dengan ciri fungsi variasi bahasa itu di dalam suatu masyarakat bahasa (Kridalaksana 1978:94).
2.      Pengakajian bahasa dengan dimensi kemasyarakatan.... disebut sosiolinguistik (Nababan 1984:2).
3.      Sociolinguistik is the study of the characteristics of language varieties, the characteristics of their functions, and the characteristics of their speakers as these three constantly interact, change and change one another within a speech community (=sosiolinguistik adalah kajian tentang ciri khas variasi bahasa, fungsi-fungsi variasi bahasa dan pemakai bahasa karena ketiga unsur ini selalu berinteraksi, berubah, dan saling mengubah satu sama lain dalam satu masyarakat tutur ( J.A. Fishman 1972 :4).
4.      Sociolinguistyiek is de studie van taal en taalgebruik in de kontext van maatschapij en kultuur (=sosiolinguistik adalah kajian mengenai bahasa dan pemakaiannya dalam konteks sosial dan kebudayaan (Rene Appel, Gerad Hubert, Greus Meijer 1976:10)
5.      Sosiolinguistik adalah subdisiplin ilmu bahasa yang mempelajari faktor-faktor sosial yang berperan dalam penggunaan bahasa dan pergaulan sosial (G,E. Booij, J.G. Kersten dan H.J Verkuyl 1975: 139).
6.      Sosiolinguistik adalah kajian bahasa dalam penggunaannya dengan tujuan untuk meneliti bagaimana konvensi pemakaian bahasa berhubungan dengan tujuan untuk meneliti bagaimana konvensi pemakaian bahasa berhubungan dengan aspek-aspek lain dari tingkah laku sosial (C. Criper dan H.G. Widdowson dalam J.P.B Allen dan S.Piet Corder (ed.) 1975:156).
7.      Sosiolinguistik adalah pengembangan subbidang linguistik yang memfokuskan penelitian pada variasi ujaran, serta mengkajinya dalam suatu konteks sosial. Sosiolinguistik meneliti korelasi antara faktor-faktor sosial itu dengan variasi bahasa (Nancy Parrot Hickerson (1980:81).
Berdasarkan pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa sosiolinguistik adalah cabang ilmu linguistik yang bersifat interdispliner dengan ilmu sosiologi, dengan objek penelitian hubungan antara bahasa dengan faktor-faktor sosial di dalam suatu masyarakat tutur.
Selain istilah sosiolinguistik ada juga digunakan istilah sosiologi bahasa. Banyak orang menganggap kedua istilah itu sama, tetapi banyak pula yang menganggapnya berberbeda. Ada yang mengatakan digunakannya istilah sosiolinguistik karena penelitiannya dimasuki dari bidang linguistik, sedangkan istilah sosiologi bahasa digunakan kalau penelitiannya itu dimasuki dari bidang sosiologi (Nababan 1884:3 juga Bright 1992 :vol 4:9).

MASALAH-MASALAH SOSIOLINGUISTIK
Konferensi sosiolinguistik pertama telah dirumuskan adanya tujuh dimensi dalam penelitian sosiolinguistik. Ketujuh dimensi yang merupakan masalah dalam sosiolinguistik itu adalah :
a.       Identitas sosial dari penutur
Identitas sosial dari penutur adalah, antara lain, dapat diketahui dari pertanyaan apa dan siapa penutur tersebut, dan bagaimana hubungannya dengan lawan tuturnya. Maka, identitas penutur dapat berupa anggota keluarga, dapat berupa teman, atau atasan dengan bawahan dan sebagainya. Identitas penutur itu dapat mempengaruhi pilihan kode dalam bertutur.
b.      Identitas sosial dari pendengar
Identitas sosial dari pendengar harus dilihat dari pihak penutur. Maka identitas pendengar itu pun dapat berupa anggota keluarga, teman karib dan lain sebagainya. Identitas pendengar juga akan mempengaruhi pilihan kode dalam bertutur.
c.       Lingkungan sosial tempat peristiwa tutur terjadi
Tempat peristiwa tutur terjadi dapat berupa ruang keluarga dalam sebuah rumah, mesjid, lapangan bola, perpustakaan dan lain-lain. Tempat peristiwa tutur terjadi dapat pula mempengaruhi pilihan kode dan gaya dalam bertutur.
d.      Analisis diakronik dan sinkronik dari dialek-dialek sosial
Berupa deskripsi pola-pola dialek-dialek sosial itu, baik yang berlaku pada masa tertentu atau masa-masa yang tidak terbatas.
e.       Penilain sosial
Penilain sosial yang berbeda oleh penutur terhadap bentuk-bentuk perilaku ujaran. Maksudnya setiap penutur tentunya mempunyai kelas sosial tertentu di dalam masyarakat. Maka, berdasarkan kelas sosialnya itu, dia mempunyai penilaian tersendiri yang tentunya sama, atau jika berbeda, tidak akan terlalu jauh dari kelas sosialnya, terhadap bentuk-bentuk perilaku ujaran yang berlangsung.
f.       Tingkatan variasi atau linguistik
Maksudnya bahwa sehubungan dengan heterogennya anggota suatu masyarakat tutur adanya berbagai fungsi sosial dan politik bahasa, serta adanya tingkatan kesempurnaan kode, maka alat komunikasi, manusia yang disebut bahasa itu menjadi sangat bervariasi. Setiap variasi seperti dialek, varietas, atau ragam, mempunyai fungsi sosialnya masing-masing
g.      Penerapan praktis dari penelitian sosiolinguistik
Merupakan topik yang membicarakan kegunaan penelitian sosiolinguistik untuk mengatasi masalah-masalah praktis dalam masyarakat. Misalnya masalah pengajaran bahasa, penerjemahan, dan lain sebagainya.
KEGUNAAN SOSIOLINGUISTIK
            Dalam penggunaan sosiolinguistik memberikan pengetahuan bagaimana cara menggunakan bahasa. Sosiolinguistik menjelaskan bagaimana menggunakan bahasa itu dalam aspek atau segi sosial tertentu, seperti dirumuskan Fishman bahwa yang dipersoalkan dalam sosiolinguistik adalah, “who speak, what language, to whom, when and to what end”. Dari rumusan Fishman itu dapat dijabarkan manfaat atau kegunaan sosiolinguistik bagi kehidupan praktis.
1.      Pengetahuan sosiolinguistik dapat kita manfaatkan dalam berkomunikasi atau berinteraksi. Sosiolinguistik akan memberikan pedoman kepada kita dalam berkomunikasi dengan menunjukkan bahasa, ragam bahasa atau gaya bahasa yang berbeda pula terhadap guru, terhadap teman sekelas, atau terhadap sesama murid yang kelasnya lebih tinggi. Sosiolinguistik akan menunjukkan bagaimana kita harus berbicara bila kita berada di dalam mesjid, di ruang perpustakaan, di taman, atau pun di perpustakaan.
2.      Dalam pengajaran bahasa di sekolah, sosiolinguistik juga mempunyai peranan besar, seperti kajian bahasa secara internal yang akan menghasilkan varian-varian bahasa secara objektif deskriptif, dalam wujud sebuah buku tata bahasa.




Chair, Abdul. 2010. Sosiolinguistik Perkenalan Awal. Jakarta. PT Rineka Cipta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar